Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Tips and Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trik. Tampilkan semua postingan

Daftar Jamaah haji yang Berangkat tahun 2013 Pasca Kuota 20%

Written By Unknown on Selasa, 03 September 2013 | 13.44


Inilah daftar jamaah haji Jawa Barat yang berangkat tahun 2013 M./1434 H., setelah penetapan kuota 20 persen. Sebagaimana dilansir di situs Media Informasi Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Data dikeluarkan pada bulan Juli 2013 dengan tampilan daftar berangkat dan tunda setelah kuota 20 persen. Sebagaimana diberitakan bahwa kebijakan pengurangan kuota 20 persen telah dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi pada 6 Juni lalu untuk semua Negara, termasuk Indonesia.
Berikut Daftar Jamaah Haji Jawa Barat yang berangkat pada 2013… (tunggu hingga loadingnya selesai di bawah ini). Jika tidak muncul, download file nya di sini : "Daftar Haji Berangkat 2013".

Jadwal Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah haji 1434 H.

Inilah Jadwal Kegiatan untuk pemberangkatan dan pemulangan haji tahun 2013 M./1434 H. Berdasarkan SK yang ditandatangani oleh Direktur Pelayanan Haji, Sri Ilham Lubis pada bulan Agustus 2013. 
Tampilan akan muncul, tunggu sampai loadingnya selesai.... 

Pemondokan Jamaah Haji 2013 (Peta, Qur’ah Maktab dan Rumah)


Pemondokan atau penginapan jamaah haji di Tanah Suci merupakan salah satu bagian dari pengurusan haji oleh pemerintah. Hal itu menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya bagi penyelenggaraan haji secara keseluruhan.
Pola penentuan pemondokan yang akan ditempati jamaah haji oleh Kementerian Agama (Kemenag) dilakukan dengan cara diundi atau Qur’ah. Hal itu dilakukan untuk menentukan nomor maktab, nomor rumah dan wilayahnya. Pengundian (qurah) ini dilakukan untuk mencegah ketidakadilan. Demikian sebagaimana dikatakan oleh Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali.
Qur’ah dilakukan secara terbuka menggunakan sistem komputerisasi yang dilakukan dengan memberikan perintah proses kepada media yang tersambung dengan sistem aplikasi Qur’ah dan peserta Qur’ah.
“Dari situ akan keluar secara otomatis nomor rumah, nomor pemondokan dan nama maktab. Ada juga kapasitas rumahnya,” jelas Menag pada Selasa (27/8).
Lebih lanjut Suryadharma Ali menjelaskan bahwa pola Qur’ah dibuat untuk mengakomodir aspek pemerataan daerah pada semua maktab secara proporsional sesuai dengan jumlah kloter dan tipe pesawat. Keduanya kemudian disinkronkan dengan keterwakilan kapasitas pesawat pada secara proporsional pada setiap tipe.
Dibawah ini silahkan download (format file Pdf) hasil qurah untuk pemondokan; maktab, rumah dan petanya.
[by Admin Nururrahman]

Denah Kota Mekkah (Google Map)

Written By Unknown on Minggu, 21 Juli 2013 | 18.52

Inilah peta foto satelit Masjidil Haram yang dilink dari google map. Update foto terbaru 2012.


Masjidil Haram adalah masjid tertua di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berbentuk empat persegi dan dibangun mengelilingi Ka'bah. Rumah tempat menyembah Allah dan ditetapkan menjadi qiblat sholat bagi muslimin di seluruh dunia.

Berbeda dengan masjid manapun di dunia, saf di Masjidil Haram ini berbentuk lingkaran, semuanya menghadap ke Ka'bah yang berada di tengah-tengah. Ini merupakan keunikan yang tidak dipunyai masjid manapun di dunia.

Dewasa ini luas Masjid Al Haram menjadi lebih dari dua kali lipat 328.000 meter persegi sehingga dapat menampung 730.000 jamaah dalam satu waktu sholat berjama'ah pada hari-hari biasa dan lebih 1.000.000 jama'ah pada waktu musim haji.

Siaran Langsung Dari Tanah Suci (TV Online)

Siaran Langsung dari Makkah al-Mukarramah




Siaran Langsung dari Madinah al-Munawwarah




Source : Makkahlive.Net


Pantun Ramadhan dan Lebaran; Unik dan Jarang

Burung pipit nyebur ke sawah,
nyepret ke badan blepotan semua.
Salah sedikit buang aja ke bawah,
walaupun mepet ramadhan tetep ibadah.

Burung clepuk nemplok di galah,
Nenek-nenek kagak usah dandan.
Kalo emang mau ibadah,
kagak usah nunggu ramadhan.

Ayam jago ayam aduan,
Dipotong-potong sama nyai surti.
Kalo ibadah cuma nunggu ramadhan,
kagak bakal nyampe ke idul fitri.

Anak muda jaman sekarang,
rambut gondrong bukan seniman.
Anak muda jaman sekarang,
ee ibadahnya nunggu ramadhan.

Sangkar burung ngejedok bae,
disuruh lempar kalo kagak butuh.
perut Lapar mah hayuk wae,
eeh disuruh sabar mah ora puguh.

Buah dukuh buah rambutan,
dijual orang dipasar malabar.
Puasa tekun di bulan ramadhan,
perutnya lapar tapi kagak sabar.

Jalan-jalan ke Pinangsia,
jangan lupa beli rambutan.
Kalo emang ente mo puasa,
jangan pake nunggu ramadhan.

Jalan-jalan ke Betawi,
tujuannya liat pameran.
Kalo emang mau nyampe ke fitri,
kagak usah nunggu lebaran.

Bulan ramadhan bulan yg suci,
nongolnya setahun sekali.
Kalo emang ente mau fitri,
kagak usah nunggu ampe idul fitri.

Bulan ramadhan bulan keberkahan,
sama orang tua jangan balik badan.
Kalo emang mau maaf-maafan,
ee jangan cuma nunggu ramadhan.

Astaghfirullah mohon ampunan,
ucapan bagus di bulan ramadhan.
Kalo emang mau maaf-maafan,
jgn cuma nunggu ramadhan.

Ke pasar rumput naik angkutan,
makan roti ntu mulut ampe kesumpel.
Di mulut mah maaf-maafan,
ee dalem ati mah tetep ngedumel.

Hari liburan pergi jalan-jalan,
ngeliat orang bajunya kumel.
Hari lebaran maaf-maafan,
ee dalem ati mah tetep ngedumel.

Pulau irian burungnya cendrawasih,
cukup sekian dan terima kasih. 

[Admin]

Tips Menjaga Kesegaran Ketika Berpuasa

Selama bulan suci Ramadhan, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga tenggelam matahari.
Pada saat menjalankan ibadah puasa banyak dijadikan alasan untuk tidak bekerja secara maksimal karena lemas, lesu, mengantuk dan sebagainya sehingga berakibat terhadap menurunnya produktivitas kerja sehari-hari.
Kondisi itu karena timbul akibat perilaku yang tidak sehat yang dilakukan tanpa sadar dan menjadi kebiasaan selama berpuasa, seperti kebiasaan makan sahur yang banyak, makan yang berlebihan pada saat berbuka, kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayuran, tidur seharian sampai tidak berolahraga.
Untuk menghindari kebiasaan kurang sehat tersebut, perlu pengaturan makan dan minum pada saat sahur atau berbuka puasa, agar tubuh kita tetap sehat dan segar sepanjang hari selama berpuasa.
Berikut ini beberapa tips khusus saat sahur dan berbuka puasa agar tubuh kita tetap sehat dan segar selama bulan puasa sehingga terhindar dari kebiasaan yang kurang sehat:
Saat Sahur
®    Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walau menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita relatif tidak sebanyak hari-hari biasa.
®    Agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.
®    Upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di luar ruangan atau ruang ber-AC.
®    Selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari.
®    Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.
®    Bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.
®    Setelah makan sahur jangan langsung tidur. Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan.
Saat Berbuka
®    Jangan langsung minum air dingin atau es, sebaliknya biasakanlah berbuka dengan minuman yang hangat. Perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila Anda langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak.
®    Kemudian beristirahatlah kurang lebih satu jam sebelum menyantap hidangan berbuka yang telah dihidangkan. Tujuannya untuk memberikan keseimbangan terlebih dahulu pada pencernaan kita. Ingat, jangan mengkonsumsi makanan berlebihan dan makanan asinan.
®    Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak kaget. Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat karena lambung membutuhkan ruangan kosong untuk mencerna makanan. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.
®    Bagi mereka yang berat badannya melebihi berat badan ideal, sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterolnya, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, es krim. Selain lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng.
®    Sedang bagi mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susunya dan menghindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).
®    Bagi mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap. Makanlah jumlah yang lebih sedikit, namun dilakukan beberapa kali.
®    Setelah berbuka puasa jangan langsung tidur. Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan.
®    Jika ini dilakukan Insya Allah tubuh anda sehat dan segar selama menjalankan ibadah Puasa.

Aneka Kemudahan Berkomunikasi Saat di Tanah Suci

Written By Unknown on Senin, 01 Oktober 2012 | 02.50

”We can’t not communicate”. Ungkapan ilmu komunikasi itu merupakan suatu pernyataan yang sangat jelas ketika pelaku komunikasi (manusia) tidak bisa lepas dengan yang namanya komunikasi, menyampaikan pesan. Ungkapan tersebut pun menegaskan bahwa kita tidak mungkin tak berkomunikasi. Buktinya, di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun, komunikasi selalu terjadi. Terlebih saat ini, ketika media komunikasi sudah beraneka ragam.

Kebutuhan komunikasi menjadi tanpa pengecualian, termasuk bagi para jemaah calon haji. Untuk mempersiapkan kebutuhan komunikasi tersebut, pada umumnya, mereka telah memiliki telefon genggam, mulai dari yang biasa hingga telefon pintar (smartphone).

Sebenarnya, tak ada kaitan antara kekhusyukan ibadah dengan kenyamanan berkomunikasi. Hanya, memberi kabar secara berkala bisa memberikan rasa tenteram bagi keluarga di tanah air. Selain itu, perangkat komunikasi juga berguna untuk berinteraksi dengan sesama calon haji. Misalnya, untuk memberitahu keberadaan atau janjian di suatu tempat dengan anggota rombongan lainnya.

Pendeknya, perangkat komunikasi memang bukan prioritas. Akan tetapi, ada baiknya jika itu masuk ke dalam daftar barang yang harus dibawa. Seperti dilakukan oleh Ny Lili, calon haji asal Kota Bandung. Ia mengaku akan menggunakan provider di Arab Saudi untuk keperluan telefon, pesan singkat, dan layanan Blackberry.

”Berdasarkan pengalaman pribadi, lebih baik memakai provider di negara yang kita kunjungi. Harganya lebih murah. Kebetulan, dulu, saya pake layanan telekomunikasi dari Indonesia. Pascabayar kan tanpa kontrol. Hanya lima hari di luar negeri, tagihan telefon saya mencapai jutaan rupiah. Namun, ketika saya menggunakan provider setempat, ternyata lebih murah. Cuma Rp 100.000 untuk dua pekan dan itu saya gunakan untuk telefon, sms, dan paket Blackberry,” ujarnya.

Calon haji lain, Efendi (56), mengaku akan setia menggunakan provider dari tanah air. Beberapa hari sebelum berangkat, ia akan berkunjung ke gerai telefon seluler untuk meminta petugas menyetel telefon dan menanyakan cara mengaktifkan telefon. ”Saya juga akan mengisi pulsa agar tak perlu mengisi ulang ketika berada di Tanah Suci,” katanya.

**

Menjelang musim haji 1433 Hijriah, semua perusahaan penyedia layanan telekomunikasi di dalam negeri memang sudah gencar mengiklankan aneka paket untuk calon haji asal Indonesia.

Taufik Maulana Raharja, Head of West Java Area Indosat (Mentari, M3, Matrix) mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan pelayanan khusus terhadap jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Agar lebih optimal, Indosat menggandeng provider lokal Arab Saudi, yakni Saudi Telecom Company (STC). Untuk telefon, Indosat mematok tarif Rp 5.000 per menit. Setelah dua menit menelefon, pengguna mendapat hadiah satu menit menelefon secara cuma-cuma. Indosat pun menyediakan paket Blackberry dan internet sepuasnya seharga Rp 19.000 per hari. Sementara, untuk keluarga di tanah air yang ingin menghubungi jemaah di Arab Saudi, Indosat menyediakan tarif khusus melalui flatcall ke 01016.

”Pelanggan Indosat tidak perlu lagi menukar kartunya di Arab Saudi karena kartu Indosat sudah menyediakan layanan suara, SMS, dan data, serta internet, sesuai dengan kebutuhan. Tarifnya pun terjangkau,” ujar Erik Meijer, Director and Chief Commercial Officer Indosat.

XL pun tak mau ketinggalan. Alfred Pasaribu, General Manager Finance and Management Service XL Axiata Central Region, mengatakan bahwa pihaknya memberikan tarif terjangkau untuk calon haji. XL menggandeng operator lokal Arab Saudi, Mobily. Untuk layanan paket Blackberry, XL mematok tarif Rp 50.500 per hari, tarif menelefon ke Indonesia Rp 8.000 per menit, menerima telefon (dari Indonesia) Rp 2.000 per menit, dan SMS Rp 850 per pesan.

Untuk kenyamanan berkomunikasi, Telkomsel pun menggandeng operator lokal Arab Saudi, Zain. Sama halnya dengan Indosat dan XL, Telkomsel pun memberi catatan ”Tak Perlu Ganti Kartu”. Soal tarif, Telkomsel mematok harga untuk menelefon ke Indonesia Rp 5.000 per menit dan SMS ke mana saja Rp 500 per pesan. Selain itu, untuk akses Blackberry Roaming, Telkomsel mematok tarif Rp 20.000 per hari dan akses unlimited data roaming Rp 50.000 per hari.

**

Direktur PT Citraceria Usaha Khalifah (Khalifah Tour) Rustam Sumarna mengatakan, berdasarkan pengalamannya, menggunakan operator lokal Arab Saudi masih lebih murah ketimbang provider asal negeri sendiri. Hanya, proses untuk mendapatkan kartu perdana operator lokal lebih rumit. ”Jemaah harus menunjukkan paspor pada saat hendak membeli kartu. Itu aturan terbaru untuk ketertiban administrasi,” ucapnya. Oleh karena itu, ia menyerahkan keputusan kepada jemaah dalam memilih operator seluler.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat, dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Jawa Barat H A Buchori. Menurut dia, menggunakan provider lokal Arab Saudi dirasa lebih murah dan praktis. Sementara, ketika menggunakan provider Indonesia, jemaah akan terbebani oleh roaming internasional.

Dede Farhan Kamil, seorang kawan asal Tasikmalaya yang berpengalaman mengurus perjalanan haji, mengatakan bahwa jemaah sebaiknya membeli kartu perdana di Arab Saudi. Akan tetapi, jika tak mau ribet, jemaah bisa juga tetap menggunakan operator tanah air.

”Sebelum berangkat, aktifkan dulu roaming internasionalnya. Hanya, ada extra change. Kalau pakai fasilitas roaming, biaya menerima telefon lebih besar daripada menelefon. Sementara kalau pakai operator Arab Saudi, beli kartu perdana minimal 50 riyal, biasanya termasuk pulsa 25 riyal. Namun, menelefon ke Indonesia lebih murah. Menerima telefon atau SMS dari Indonesia pun gratis,” katanya.

keputusan akhir berada di tangan Anda...

Sumber : Kabar Haji - Pikiran Rakyat


Download Kumpulan Animasi Anak Islam

Written By Unknown on Senin, 30 Juli 2012 | 03.43

Mau Umroh atau Haji ke Tanah Suci ? Jangan Lupa Vaksin

Written By Unknown on Sabtu, 14 Juli 2012 | 21.36

 
Waspadai Penyakit di Tanah Suci

Selama di tanah suci, perhatian kita tentu akan terfokus pada aktivitas ibadah. Namun, kesehatan juga perlu dijaga. Jika penyakit menyerang, ibadah malah tak dapat dilakukan dengan maksimal. Ada beberapa penyakit yang kerap menyerang jemaah haji dan perlu Anda ketahui.

Calon jemaah haji (CJH) diputuskan layak mengikuti perjalanan ibadah haji setelah memperhatikan beberapa aspek yaitu status kesehatan (apakah mandiri, observasi, pengawasan atau tunda), peraturan kesehatan internasional (apakah menderita penyakit karantina: pes, kolera, demam kuning atau penyakit menular: TB Paru dengan BTA +, kusta tipe multibasiler), ketentuan keselamatan penerbangan (apakah menderita penyakit tertentu yang berisiko kematian akibat ketinggian, apakah sedang hamil kurang dari 12 minggu/32 minggu, telah melakukan imunisasi Meningitis Meningococcus dibuktikan dengan kartu International Certificate of Vaccination). CJH dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila status kesehatan termasuk kategori tunda, mengidap salah satu atau lebih penyakit menular tertentu, dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

Terdapat beberapa jenis penyakit yang sering diderita jemaah haji, antara lain:
Serangan panas (heat stroke)

Heat stroke dapat terjadi jika suhu lingkungan terlalu tinggi, pengeluaran keringat yang tidak diimbangi asupan cairan, atau jika jemaah terkena sinar matahari langsung dalam waktu yang lama. Berikut ini adalah tips agar Anda terhindar dari heat stroke:
  • Tidak berada diterik matahari langsung, antara pukul 10.00 s/d 16.00
  • Keluar kemah pada siang hari harus menggunakan payung dan berbekal minuman
  • Minum setiap hari paling sedikit 5 – 6 liter atau 1 gelas setiap jam.
  • Jangan menunggu sampai haus.
  • Usahakan kondisi badan tetap segar, cukup istirahat dan tidur 6 – 8 jam sehari semalam.

Radang selaput otak (meningitis)

Arab Saudi adalah negara epidemis terjadinya penyakit meningokokus. Selain itu, jemaah haji yang datang ke Mekah sebagian berasal dari negara-negara Sub-Sahara Afrika yang merupakan daerah Meningitis belt. Tahun 1987 dan 2000 terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) meningitis meningokokus yang menimpa para jemaah haji di Arab Saudi. Ada 99 kasus meningitis meningokokus yang menimpa jemaah haji Indonesia dan 40 diantaranya meninggal (tahun 1987).

Pada negara-negara epidemis meningokokus, sekitar 5% anak usia 2 sampai 12 tahun telah memiliki kekebalan alami secara pasif terhadap meningokokus serogrup A, B dan C. Pada usia 6-8 tahun imunitas terhadap serogrup C diperoleh lebih dari 90%. Sedangkan imunitas terhadap serogrup A diperoleh lebih awal yaitu usia 18 bulan pada lebih 90% anak-anak di Amerika Serikat. Data mengenai kekebalan terhadap meningokokus di Indonesia sampai saat ini belum ada. Oleh karena itu, pada jemaah haji Indonesia diperlukan perlindungan terhadap kuman tersebut.

Cara pemberian vaksin berupa dosis tunggal 0,5 ml disuntikan subkutan di daerah deltoid atau glutea. Vaksin ini efektif mencegah penyakit meningkokus sampai dengan 90%.  Respons antibodi terhadap vaksin dapat diperoleh setelah 10-14 hari dan dapat bertahan selama 2-3 tahun. Vaksin diberikan pada jemaah haji minimal 10 hari sebelum berangkat ke Arab Saudi, dan bagi jemaah yang sudah divaksin sebelumnya (kurang dari tiga tahun) tidak perlu vaksinasi ulang. Jemaah yang melakukan vaksinasi kurang dari 10 hari harus diberi juga profilaksis Cyprofloxacin 500 mg dosis tunggal.

Influenza

Vaksin influenza sangat efektif mencegah infeksi virus influenza dan timbulnya komplikasi yang berat. Pada seorang dewasa sehat, vaksin ini dapat mencegah 70-90% penyakit spesifik influenza. Pada orang tua, vaksin mengurangi sampai 60% terjadinya penyakit yang berat dan 80% kematian.

Cara pemberian vaksin berupa penyuntikan intramuskular di otot deltoid sebanyak 0,5 ml. Respons antibodi yang diperoleh dari vaksin influenza timbul setelah 2 minggu dan sistem kekebalan ini bertahan sampai 1 tahun. Oleh karena itu, vaksin diberikan minimal 2 minggu sebelum tiba di Arab Saudi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi kepada 150 jemaah haji. Diketahui bahwa mengonsumsi suplemen yang mengandung probiotik, vitamin dan mineral, dapat mencegah beberapa penyakit selama berhaji, seperti flu berat, flu ringan, diare dan begah, dibandingkan hanya dengan konsumsi vitamin C saja.

Lokasi Mendapatkan Vaksin dan Buku Kuning

Berikut lokasi Vaksin meningitis dan rumah sakit yang mengeluarkan buku kuning dapat di peroleh pada hari kerja, Senin s/d Jum'at di:

  • KKP Bandara Soekarno Hata, Cengkareng, telp. 5502277
  • KKP Bandara Halim Perdana Kusuma, telp. 8000166
  • KKP Pelabuhan Tanjung Priuk, telp. 43931045
  • KKP Pelabuhan Merak, Banten, telp. 0254-571083
  • RS. Fatmawati JakSel, Centa medika Haji & Umroh Lt.dasar, telp. 7501524 ext.1639
  • Garuda Sentra Medika, Kemayoran, telp. 4241000
Persyaratan :
  1. Mengisi Formulir sesuai Nama Pasport dan No. Pasport
  2. Fotocopy KTP
  3. Biaya vaksin sebesar Rp. 280.000 (harga tidak mengikat)
___________________________

Referensi:
1. Koesnoe S, Novianti H, Ramadian O. Vaksinasi pada jemaah haji. Buku pedoman imunisasi dewasa, 2009.
2. Direktorat  Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh.  Data jemaah Haji Indonesia per Provinsi tahun 2000-2006. [cited 2009 September 3] Diunduh dari:  http://haji.depag.go.id/files/upload/prov.pdf

Sumber Artikel :
 
Beranda | Profil | Kontak | Sambutan
Copyright © 2011-2015. Nururrahman - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger